Malang, [Tanggal] – Tim dosen dari Departemen Manajemen Universitas Negeri Malang telah melaksanakan penelitian di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, dengan fokus pada Kelompok Usaha Tape Harapan Sejahtera. Penelitian ini mengangkat judul “Keputusan Berkelompok: Antara Motif Bersaing dan Berbagi Pengetahuan (Studi Pada Kelompok UMKM di Kabupaten Malang)”. Penelitian ini diketuai oleh Afwan Hariri A.P., dengan tujuan untuk memahami peran kelompok sebagai alat aliansi strategis bisnis serta menggali dinamika antara persaingan dan kolaborasi dalam berbagi pengetahuan antar anggotanya.
Penelitian ini mengungkap bahwa Kelompok Usaha Tape Harapan Sejahtera berhasil memperkuat keberlanjutan usahanya dengan memanfaatkan bantuan dari program pendampingan YBM BRILiaN. Salah satu inovasi signifikan yang dicapai adalah terbentuknya aset bersama berupa toko bahan baku yang dikelola secara kolektif, sehingga meningkatkan stabilitas ekonomi anggota dan memperkuat posisi tawar mereka dalam menghadapi pemasok bahan baku.
Selain itu, tim peneliti juga mengamati adanya dinamika unik di dalam kelompok, di mana anggota tetap bersaing dalam hal pemasaran namun tidak segan berbagi pengetahuan dan sumber daya, terutama terkait bahan baku dan strategi produksi. Hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa UMKM yang beraliansi dalam kelompok dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutannya, bahkan ketika menghadapi tantangan besar di pasar.
Sebagai salah satu pencapaian utama, penelitian ini juga berhasil mengembangkan sebuah model instrumentasi yang dirancang untuk mendukung keberlanjutan kelompok UMKM di masa mendatang. Model ini mengintegrasikan berbagai faktor seperti aset bersama, kepemimpinan lokal, dan intensitas pendampingan. Atas dasar inovasi ini, tim peneliti sedang mengajukan model tersebut untuk mendapatkan hak cipta, dengan harapan dapat digunakan secara luas untuk memberdayakan kelompok UMKM di seluruh Indonesia.
Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja UMKM di Malang dan diharapkan dapat diadopsi oleh komunitas lainnya untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis kelompok.